Harapan Kaka di Milan

Potretsepakbola.com – Legenda AC Milan Kaka ingin Rossoneri tak sampai dihukum untuk tampil pada kompetisi Eropa musim depan.

Musim panas lalu, Milan menerima suntikan dana besar yang diberikan oleh bos baru mereka, Yonghong Li. Sehingga mereka mampu belanja pemain baru hingga lebih dari 200 juta Euro.

Baca juga: Tanggapan Kaka Tentang Penampilan Argentina di Piala Dunia 2018

Namun Milan kemudian diinvestigasi oleh UEFA. Mereka diperkirakan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Dari sana muncul berita terbaru bahwa Milan bakalan dijatuhi hukuman dilarang bermain pada ajang Eropa selama dua tahun. Bila hal tersebut terjadi maka kerja keras mereka dalam menyelesaikannya pada peringkat 6 musim lalu di Serie A tidak berguna.

Kaka terakhir kali meninggalkan Milan di tahun 2014 lalu. Usai itu dia hampir berpetualang ke Amerika Serikat.

Dan walau telah terpisah, tapi Kaka menegaskan masih menjalin kontak dengan eks klubnya tersebut. Dia juga menegaskan masih berkomunikasi dengan beberapa eks rekannya pada San Siro dahulu.

“Saya teris mengikuti tim, saya belum mendengar dari [Pelatih] Rino Gattuso di sementara waktu namun saya sering berbicara dengan [CEO Marco] Fassone dan setiap pemain,” tandas Kaka.

“Saya berbicara dengan [Andrea] Pirlo baru-baru ini, kemudian di Milan ada Dida dan Serginho yang juga mengambil lencana pelatihan mereka pada Coverciano, maka saya terus diberitahu,” tutupnya.

Tanggapan Kaka Tentang Penampilan Argentina di Piala Dunia 2018

Potretsepakbola.com – Mantan gelandang AC Milan Kaka menyatakan Lionel Messi bakalan ikut bermain jelek jika para pemain di sekitarnya pun bermain jelek.

Messi melakoni masa-masa tidak menyenangkan pada Piala Dunia 2018 ini. Karena dia belum dapat memberikan 1 kemenangan juga untuk negaranya dari 2 laga pada Grup D.

Baca juga: Harapan Kaka Bisa Kembali Ke Milan

Menghadapi Islandia, Argentina cuman dapat tampil seri. Sementara lawan Kroasia mereka malah dipermalukan 3-0.

Saat ini Argentina tergolek lemas pada dasar klasemen dan kemungkinan besar gagal masuk ke babak knockout.

Sekarang ini Argentina berada pada dasar klasemen Grup D. Mereka cuman mengoleksi 1 poin saja dari 2 laga sebelumnya.

Poin mereka sama dengan Islandia yang juga beradap pada peringkat 3. Kemudian di peringkat 2 terdapat Nigeria yang mengoleksi 3 poin dan peringkat pertama ditempati Kroasia dengan 6 poin

Argentina masih dapat lolos asal mereka mampu mengalahkan Nigeria. Tapi di sisi lain, Kroasia akan mesti mengalahkan Islandia.

“Lumayan mengaggetkan bahwa menghadapi Nigeria, tim Argentina yang juga kesulitan tersebut tetap mampu lolos. Namun kita bakalan lihat apa yang terjadi selanjutnya,” tutup Kaka.

Harapan Kaka Bisa Kembali Ke Milan

Potretsepakbola.com – Mantan gelandang timnas Brasil, Kaka menegaskan sangat mau balik ke klub lamanya dalam membesarkan namanya, AC Milan. Kaka sudah 2 kali membela Milan. Yang pertama dari tahun 2003 sampai 2009.

Usai itu dia hampir membela Real Madrid. Tapi di tahun 2013, dia kembali membela Milan selama satu musim sebelum pindah ke Amerika membela klub Orlando City.

Baca juga: Jerman Tidak Merubah Strateginya di Piala Dunia 2018

Pada klub asal Miami tersebut, dia hampir dipinjamkan ke Sao Paulo. Usai itu di bulan Desember 2017 kemarin dia memilih untuk gantung sepatu.

Kaka pun mengaku dirinya mempunyai misi lain selain kembali ke Milan. Disana dia mau menimba ilmu pada sektor kepelatihan.

Dia menegaskan mau belajar pada pusat kepelatihan milik Italia di Coverciano. Tapi sekali lagi dia mengaku walau belajar menjadi pelatih, bukan berarti dia mau bekerja pada tugas itu.

“Saya pun mau menghadiri kursus pelatihan pelatih pada Italia,” ucap Kaka.

“Bukannya saya melihat diri saya di dalam lapangan, menjadi Pelatih, saya rasa saya lebih cocok dengan tugas di belakang meja. Namun belajar dengan Coverciano bakalan membantu saya menyelesaikan pendidikan saya,” tandasnya.

Selanjutnya di gelar Serie A musim 2003-04. Dia pun mendapatkan 1 gelar Liga Champions di musim 2006-07, plus Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub.

Zanetti: Jorge Sampaoli Payah Karena Icardi Tak Ikut Piala Dunia

Potretsepakbola.com – Javier Zanetti kembali mengkritik keputusan Jorge Sampaoli meninggalkan Mauro Icardi pada Piala Dunia 2018. Zanetti yakin Icardi sangat tepat menjadi striker Tim Tango pada kompetisi terbesar di Rusia tersebut.

Musim lalu Icardi bermain luar biasa bareng Inter Milan dengan menjadi top scorer Liga Italia bersama dengan Ciro Immobile yang mencapai 29 gol.

Baca juga: Barcelona Mengurungkan Minat Sang Mega Bintang Atletico Ini

Tapi Jorge Sampaoli seakan tutup mata dengan raihan Icardi itu dan menggantikannya engan Gonzalo Higuain serta Paulo Dybala yang catatan golnya lebih sedikit ketimbang Icardi pada Serie A musim lalu.

Zanetti yakin merasa Sampaoli telah melakukan kesalahan besar dengan meninggalkan Icardi. “Mauro Icardi sangat layak menjadi striker di Timnas Argentina,” tegas Zanetti yan dilansir oleh Goal International.

Zanetti yakin dengan kemampuan Icardi sangat tepat memperkuat La Albiceleste pada Piala Dunia 2018.

“Mauro layak menerima kredit terhadap apa yang dia lakukan musim lalu. Sejujurnya saya mau melihatnya di Rusia dengan Timnas Argentina.”

“Dia masih sangat muda namun dia memiliki masa depan yang cerah. Dia bakalan menerima peluang pada Timnas Argentina.”

Tim Wanita Juve Baru Pertama Kalinya Sukses Mendapatkan Scudetto Serie A

Potretsepakbola.com – Juve (tim wanita) berhasil meraih gelar Scudetto musim ini. Tidak ingin kalah dengan tim pria, tim wanita Juve pun menjadi juara juara Serie A musim ini usai menang atas Brescia pada babak playoff lewat adu penalti.

Juventus dan Brescia mesti melakoni play-off karena memipunyai nilai yang sama pada klasemen akhir. Kedua tim sama-sama menang 20 kali dan kalah 2 kali. Rekor pertemuan kedua tim pun seri.

Baca juga mengenai Giroud Berharap Conte Tak Hengkang

Di pertemuan pertama, Juventus menang telak 4-0 di markas Brescia. Selanjutnya Brescia mampu menang menghadapi Juve dengan skor 2-1 di Vinovo.

Pada ertemuan Juventus dan Brescia pdiplay-off di Stadion Silvio Piola bertanding keras. Tidak ada gol yang tercipta selama 120 menit yang membuat penentuan pemenang mesti ditentukan lewat penalti.

Juventus pastikan kemenangannya melalui eksekusi Lisa Boattin. Sedangkan algojo terakhir Brescia tak mampu mengeksekusi penalty dengan baik karena tendangannya terkena tiang gawang.

Keberhasilan Juventus ini dianggap yang terbaik. Skuat Rita Guarino sanggup meraih Scudetto di musim debut pada kompetisi Serie A Wanita.

Gelar juara itu melengkapi perjalanan Juventus secara keseluruhan selama semusim. Kemudian menjuarai Serie A, Juventus (pria) pun menjuarai Coppa Italia.

Juventus Akan Memulangkan Morata Dengan 15 Juta Euro

Potretsepakbola.com – Juventus benar-benar ingin merekrut kembali Alvaro Morata di musim 2018/19 nanti dengan mahar 15 juta euro telah disediakan untuk Chelsea agar menjual Morata.

Dengan dana itu, Juve tentu saja tidak bermaksud untuk membeli Morata secara permanen.

Baca juga mengenai Candaan Romario Kepada Gabriel Jesus

Karena musim ini Chelsea membeli Morata dari Real Madrid dengan harga 70 juta euro. Harga yang jauh diatas dana yang disediakan oleh Juve. Namun, Juve mau meminjam Morata selama satu musim penuh dari klub asal London tersebut.

Dilansir oleh Daily Express, Juve lumayan yakin  bila tawaran mereka bakal diambil Chelsea.

Ditambah lagi bahwa performa Morata jelek di Chelsea menjadi striker utama pun mulai digantikan oleh Olivier Giroud yang dibeli dari Arsenal di bulan Januari tadi. Giroud bermain lebih tajam beberapa pertandingan terakhir.

Bahkan, kabarnya Chelsea bakalan membeli Edinson Cavani di musim depan.

Sementara, kubu Juve sangat memerlukan bakat Morata. Si Nyonya Tua mencari striker tengah untuk mengisi pos yang akan ditinggalkan oleh Mario Mandzukic di musim depan. Mandzukic dikatakan akan bermain di klub lain.

Marah Dicadangkan Terus, Di Maria Ingin Pindah Ke Inter

Potretsepakbola.com – Harapan Inter Milan merekrut Angel Di Maria sepertinya terjadi pada musim panas mendatang. Sebab Di Maria bakal hengkang dari Parc Des Princes yang sering menjadi pemain pengganti.

Sejujurnya Di Maria adalah pemain kunci PSG. Dia terus menjadi andalan pada lini serang Les Parisien semenjak datang ke Paris di tahun 2015 lalu.

Baca juga mengenai Salah Terlalu Cepat Dibandingkan Dengan Messi Serta CR7

Akan tetapi musim ini nasib Di Maria berubah 360 derajat. Dia sering menghabiskan waktunya di bang cadangan usai PSG mendatangkan Neymar dari Barcelona.

Kesal dengan situasi tersebut, maka bintang Timnas Argentina tersebut akan angkat kaki di musim panas mendatang. “Saya tidak tahu apakah saya bakal berada pada klub ini musim depan,” jelas Di Maria untuk France Football.

“Sepakbola kadang terlihat lucu. Saya puas berada di klub ini, akan tetapu klub mesti membeli pemain baru dan untuk itu mereka mesti menjual pemain lainnya,”

“Saya kecewa tidak dilibatkan dalam starting XI tim, sebab saya berada dalam posisi yang bagus sekarang.” Rasa kekecewaan eks pemain Setan Merah.

Pernyataan Di Maria sekarang menjadi kabar baik untuk Inter Milan, karena tim berjuluk La Beneamata tersebut telah melobi Di Maria mulai musim panas tahun kemarin.

Klub-Klub Europa Bukanlah Lawan Yang Gampang Menurut Mkhitaryan

Potretsepakbola.com – Playmaker Arsenal, Henrikh Mkhitaryan memberitahukan semua rekan setimnya untuk terus berusaha keras pada kompetisi Liga Europa di musim ini. Karena kali ini cuman tersisa klub-klub terbaik yang di ajang ini sehingga Arsenal mesti bermain yang terbaik untuk meraih trofi tersebut.

Meski Arsenal di musim ini tampil luar biasa, dengan lolos dari fase grup dan sukses melangkah ke babak perempat final usai memenangkan pertandingan melawan AC Milan.

Baca juga mengenai Kyle Walker Penyebab Kekalahan Man City

Kemudian Arsenal akan melawan CSKA Moscow yang merupakan wakil Rusia.  Mereka akan menjadi tuan rumah dari leg pertama laga tersebut di dini hari mendatang.

Walau difavoritkan meraih trofi, tapi Mkhitaryan menganggap perjalanan  Arsenal tidak gampang. Sebab tidak ada satupun tim yang gampang  kami hadapi,” tandas Mkhitaryan kepada Sportmole.

“Masih ada sejumlah laga pada Premier League, kami akan tetap berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan laga itu dan kami juga akan memberikan semaksimal mungkin pada Liga Europa musim ini.” Tutup pemain asal Timnas Armenia itu.

Pada musim lalu Mkhitaryan berhasil membawa MU meraih juara Liga Europa.

Ini Klub Paling Sadis di Serie A Dengan Perolehan 96 Gol

potretsepakbola.com – Napoli merupakan tim yang paling sadis di klasemen Serie A terkait menjebol gawang musuhnya selama tahun 2017. Total 96 gol berhasil dijebol oleh Napoli ke gawang musuh-musuh mereka selama tahun 2017, menang tujuh gol dari Juventus yang berada di posisi kedua.

Dari 96 gol yang berhasil dicetak oleh Napoli tersebut, 42 gol yang berhasil mereka cetak itu diciptakan dari 19 pertandingan di Serie A musim 2017/18. Sementara itu, 54 gol sisanya berhasil mereka cetak selama periode Januari sampai akhir musim 2016/17.

Gol terbanyak di Serie A tahun 2017:

96 – Napoli

89 – Juventus

85 – Lazio

80 – AS Roma

78 – Inter Milan.

Perolehan 96 gol Napoli di klasemen Serie A selama tahun 2017 sendiri merupakan gol terbanyak oleh Napoli sejak tahun 1952. Tahun itu, Juventus juga 96 kali membobol gawang lawan di Serie A

baca juga artikel mengenai 2 Tim di Serie A Ini Memberikan Pertandingan Dengan Gol Terbanyak Sepanjang Tahun 2017.

 

2 Tim di Serie A Ini Memberikan Pertandingan Dengan Gol Terbanyak Sepanjang Tahun 2017

potretsepakbola.com – Ada satu pertandingan yang paling banyak menghasilkan gol di klasemen Serie A selama tahun 2017. Satu pertandingan yang dimaksudkan itu telah menghasilkan sepuluh gol, yaitu pertandingan antara Lazio bertanding melawan Sampdoria.

Pertandingan itu merupakan pertandingan giornata 35 musim 2016/17. Waktu itu, 7 Mei 2017, Lazio bertanding melawan Sampdoria di Stadio Olimpico dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 7-3.

Dua dari tujuh gol yang berhasil dicetak oleh Lazio dalam kemenangan telak saat bertanding melawan Sampdoria itu dicetak oleh Ciro Immobile.

Berikut starting XI kedua tim waktu itu.

Lazio: Strakosha; Wallace, Hoedt, de Vrij; Lukaku, Biglia, Milinkovic-Savic, Lulic, Anderson; Immobile, Keita.

Pelatih: Simone Inzaghi.

Sampdoria: Puggioni; Dodo, Silvestre, Skriniar, Bereszynski; Barreto, Torreira, Linetty; Djuricic; Quagliarella, Schick.

Pelatih: Marco Giampaolo.

Pembantaian yang dilakukan oleh Lazio tidak luput dari pelanggaran yang akhirnya membuat wasit memberikan kartu merah kepada pemain bertahan Sampdoria pada menit 18, yakni Milan Skriniar. Musim ini, Skriniar sudah bergabung Inter Milan.

baca juga artikel mengenai Ternyata Ini Gol Terbaik Salah Selama Bersama Liverpool.